Tingkatkan Kewaspadaan Warga Terhadap Diabetes Melitus, Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera adakan Pemeriksaan Kesehatan dan Konseling Apoteker untuk Lansia

Pemeriksaan Tekanan Darah

JurnalPost.com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera, mengadakan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemeriksaan Kesehatan dan Konseling Apoteker untuk Meningkatkan Kesadaran terhadap Diabetes Melitus pada Lansia”. (Kamis, 7 maret 2024).

Konseling adalah salah satu pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh Apoteker kepada pasien untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kepatuhan terhadap pengeobatan yang diterimanya. Kegiatan ini diselenggarakan di Apotek Andang Sehat, Desa Gading Rejo Timur, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Dosen Program Studi Farmasi yang tergabung dalam tim ini yaitu Dewi Damayanti Abdul Karim, M.S.Farm, yang berperan dalam pemeriksaan kesehatan serta apt. Novrilia Atika Nabilla, M.Clin. Pharm, apt. Dirga, M.Sc dan apt. Nisa Yulianti, M.S yang berperan dalam konseling apoteker. Turut membantu dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan apt. Putri Amelia Rooswita, M.Farm dan apt. Nurul Irna Windari, M.Clin. Pharm dalam konseling Apoteker.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekertaris Desa Gading Rejo Timur, Bapak Rahmat Nur Shaleh, yang menyampaikan keterbukaan serta apresiasinya terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang diberikan oleh Program Studi Farmasi. Selanjutnya, Wakil Dekan Fakultas Sains, Apt. Dirga, M.Sc juga memberikan sambutan dengan menyampaikan gambaran acara yang akan diselenggarakan. Antusiasme warga yang hadir sangat tampak dari keaktifan mereka dalam berdiskusi. Seluruh warga yang hadir merupakan lansia, dengan usia di atas 50 tahun.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Pemeriksaan ini menjadi rujukan mengenai gambaran kondisi kesehatan masyarakat yang datang, sehingga menjadi acuan dalam pemberian konseling oleh apoteker. Berdasarkan pemeriksaan ini, sebagian warga diketahui memiliki kadar gula darah dan tekanan darah yang tinggi. Sebagian besar diantara masyarakat yang memiliki kadar gula darah dan tekanan darah tinggi tersebut sudah melakukan pengobatan secara rutin.

Baca Juga  Perjalanan ke Villa Pasir Datar Sukabumi

Dalam konseling, apoteker mengingatkan kepada warga akan pentingnya kontrol gula darah pada penderita Diabetes, yang dilakukan melalui pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, konsultasi rutin dengan dokter serta menggunakan obat secara rutin. Hal ini penting untuk mencegah berbagai komplikasi diabetes seperti neuropati, penyakit kardiovasekuler dan penyakit ginjal.

Konseling Apoteker

Meski begitu, sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui dengan baik mengenai waktu minum obat-obatan yang sedang dikonsumsi, efek samping yang mungkin timbul serta pola hidup sehat yang menunjang keberhasilan pengobatan. Melalui konseling, Dosen Program Studi Farmasi yang juga berprofesi sebagai Apoteker memberikan informasi terkait hal ini. Obat-obatan antidiabetes secara umum berperan menurunkan kadar gula darah melalui berbagai mekanisme, diantaranya adalah memperkuat kerja hormon insulin dan menghambat proses metabolisme yang menghasilkan glukosa dalam tubuh seperti glukoneogenesis. Sehingga, sebagian besar obat antidiabetes, digunakan pada waktu yang dekat dengan waktu makan. Glibenklamid, glimepiride dan glikazid digunakan 15-30 menit sebelum makan, sementara metformin digunakan bersamaan dengan makanan atau segera setelah makanan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah efek samping hipoglikemia, yaitu penurunan kadar gula darah yang terlalu besar dengan beberapa gejala diantaranya adalah lemas, pandangan kabur dan pusing.

Selain berdiskusi mengenai pengobatan, dalam konseling ini, Apoteker juga mengingatkan mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan, berkonsultasi dengan dokter, dan melakukan pola hidup sehat. Pola hidup sehat untuk penderita diabetes ini diantaranya adalah mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti tawar, pasta, mie dan kentang rebus, berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.

“Mudah-mudahan melalui acara ini, Bapak Ibu jadi lebih peduli terhadap kesehatan agar tidak terkena Diabetes ataupun tidak terkena komplikasi akibat penyakit Diabetes” – ujar salah satu warga yang menghadiri acara ini.

Baca Juga  Launching Buku Dan Awarding Partners Meriahkan Hari Jadi Program Studi Digital Public Relations Tel-U Yang Ke-7

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *