Teori-teori Dalam Melihat Pentingan Djibouti Bagi Negara-negara Barat

JurnalPost.com – Djibouti merupakan negara kecil yang berada di Tanduk Afrika, dimana wilayah tersebut berbatasan dengan Somalia di bagian timur, Ethiopia di selatan dan barat. Djibouti sendiri memiliki lokasi yang strategis di Teluk Aden, yang mana teluk tersebut menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Merah, serta jembatan penting antara Afrika, Eropa, dan Timur Tengah. Perekonomian di Djibouti tentu saja dipengaruhi oleh lokasi wilayah yang strategis, dengan adanya jembatan antara Samudra Hindia dan Laut Merah. Pelabuhan di negara ini merupakan salah satu pelabuhan yang tersibuk di wilayah tersebut, karena banyaknya barang-barang yang melintasi serta dari Timur Tengah, Afrika Timur dan juga Asia.

1. Teori Kekuatan Maritim
Studi geopolitik menyoroti Kekuatan Maritim melalui adanya konsep Wawasan Bahari yang menekankan kekuatan di lautan. Menurut Sir Walter Raleigh yang merumuskan Teori Kekuatan Maritim, bahwa Siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan dan akhirnya dunia sehingga dalam bagaimana menguasai dunia harus melibatkan dominasi pengusaan samudera. Selanjutnya Alfred Thayer Mahan yang juga perumus teori ini dalam karyanya “The Influence of Sea Power upon History,” menyoroti analisis strategi kekuatan laut, menurutnya dominasi laut menjadi kunci keberhasilan suatu bangsa melalui penguasaan jalur laut di seluruh dunia (Zaedun, 2012).

Dalam teori Kekuatan Maritim terdapat konsep Pengusaan Lautan yang mana konsep ini dibagi menjadi dua bagian yakni Res Nulius dan Res Communis. Konsep Res Nulius berarti lautan tidak ada yang memiliki sebab itu, baik negara atau bangsa manapun yang berdekatan dengan boleh memiliki dan mengelola wilayah laut tersebut. Disamping itu konsep Res Communis berarti sebaliknya, yang mana menekankan bahwa laut merupakan milik bersama karena itu tidak boleh ditetapkan sebagai hak milik oleh suatu negara atau bangsa manapun (Ridha, 2023).

Baca Juga  Spurs Permalukan MU - Medcom.id

2. Teori Kekuatan
Teori Kekuatan menyatakan bahwa “negara adalah kesatuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektualitas”. Menurut pendapat yang dikemukakan Rudolf Kjellen (1864-1922) bahwa dalam teori kekuatan negara adalah entitas politik yang secara keseluruhan serta unit biologis dengan kecerdasan.

Dari pendapat tersebut membahas tentang geo dan politik yang mana geografi dijadikan sebagai suatu pembenaran dari tujuan politik. Teori ini juga membahas bagaimana kesatuan politik yang menyeluruh, di mana negara dianggap sebagai entitas politik yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat seperti pemerintahan, hukum, ekonomi, dan bidang-bidang lain yang bersifat politik. Di samping itu terdapat konsep satuan biologis yang menyoroti bahwa negara juga dapat dianggap sebagai suatu organisme hidup yang menekankan interdependensi antar bagian negara serupa dengan hubungan antarbagian dalam organisme biologis. Terkait intelektualitas, teori ini menggambarkan bahwa negara tidak hanya bersifat fisik atau biologis tetapi juga memiliki dimensi intelektual yang mencakup kebijakan, ideologi, dan pemikiran intelektual yang membentuk arah dan tujuan negara. (Zaedun, 2012).

Analisis Melalui Teori Kekuatan Maritim
Teori kekuatan maritim secara spesifik menyoroti kekuatan maritim melalui adanya konsep Wawasan Bahari yang menekankan kekuatan di lautan. Dalam hal ini, Djibouti sebagai negara dengan letak straegis yang berada di pintu masuk ke Kawasan Laut Merah seharusnya dapat menguasai wilayah laut sekitarnya demi mencapai kekuatan maritim. Hal ini merupakan peluang besar bagi Djibouti karena digunakan oleh negara-negara Barat sebagai lokasi yang tepat untuk pemantauan keamanan rute perdagangan di kawasan Afrika. Lokasi Djibouti yang cukup strategis menjadikan Djibouti sebagai wilayah pilihan bagi berdirinya markas pangkalan militer asing seperti Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Tiongkok dan beberapa negara lainnya. (KEDUBES RI ,2018)

Baca Juga  Populer Nasional: ?Panji Gumilang Tersangka Penistaan Agama hingga Gazalba Saleh Divonis Bebas

Pada teori kekuatan maritim, Menurut Sir Walter Raleigh yang merumuskan Teori Kekuatan Maritim, bahwa siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan dan akhirnya dunia sehingga dalam bagaimana menguasai dunia harus melibatkan dominasi penguasaan samudera. Di sini Djibouti dengan memanfaatkan letak strategisnya telah mampu menguasai 70 persen pergerakan perdagangan melalui jalur maritim di Afrika Timur (DPR RI, 2016). Berangkat dari hal ini, teori kekuatan maritim membuktikan bahwa dengan berkuasanya Djibouti di wilayah lautan Afrika Timur yang dalam hal ini letaknya berada di pintu masuk ke Kawasan Laut Merah, menjadikan negara ini berkuasa atas 70 persen pergerakan perdagangan melalui jalur maritim di Afrika Timur dan juga berhasil memberi pengaruh penting bagi negara-negara Barat sebagai sebagai lokasi yang sangat strategis menjadikan Djibouti sebagai pilihan markas pangkalan militer asing seperti Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Tiongkok dan beberapa negara lainnya.

Penulis: Sintya Srikandi Putri Ragil, Universitas Teknologi Yogyakarta

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *