Seminar Ngobrol Bareng Legislator: Semangat Menjaga Keberagaman di Sosial Media

JurnalPost.com – Seminar Ngobrol Bareng Legislator sukses diselenggarakan pada hari Jumat 26 Januari 2023 melalui platform zoom meeting. Seminar online ini merupakan program kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Tema yang diusung adalah “Semangat Menjaga Keberagaman di Sosial Media” kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendorong masyarakat semakin bijak menggunakan media sosial sehingga dapat senantiasa menjaga keutuhan bangsa dengan menghargai keberagaman. Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari seratus lima puluh peserta tersebut diawali dengan pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan diakhiri penutup serta sesi dokumentasi.

Adapun tiga narasumber yang mengisi kegiatan Webinar Ngobrol Bareng Legislator merupakan orang-orang yang memiliki kompetensi dibidangnya. Mulai dari Bapak Idham Samawi selaku Anggota Komisi I DPR RI, Ibu Akhid Nuryati S.E., selaku Anggota DPRD Kab. Kulon Progo, dan Prof. Cecep Darmawan selaku Guru Besar Universitas Indonesia.

Sebagai pengantar, Drs. H. Mohammad Idham Samawi, yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI memberikan pemahaman mengenai menyikapi transformasi media digital dalam bingkai nilai-nilai pancasila. Beliau menyampaikan bahwa saat ini semua telah bertransformasi secara digital. Aktivitas manusia sudah dapat dikendalikan dalam satu genggaman melalui ponsel pintar. Istilah dunia hanya selebar daun kelor itu benar adanya terjadi saat ini, demikian yang diuangkapkan beliau.

Dalam paparannya, Drs. H. Mohammad Idham Sawami menjelaskan bagaimana keberagaman agama, suku, budaya, di Indonesia ini kemudian menjadi sebuah keistimewaan yang sampai saat ini masih terjaga, hal itu karena para pendahulu begitu erat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Beliau menyampaikan, itulah yang kemudian harus kita jaga, tetap menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam berinteraksi di era digitalisasi ini. Keberagaman harus senantiasa disikapi dengan saling toleransi dan menghargai satu sama lain. Beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar selalu semangat menjaga keberagaman dalam bersosial media.

Baca Juga  Pemkab Sidoarjo Serahkan Bantuan Sound System ke Ribuan RT di 18 Kecamatan

Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Ibu Akhid Nuryati S.E., sebagai narasumber kedua menambahkan bahwa kemunculan media sosial ini sangat massif, kemunculan media sosial tidak dapat dielakkan. Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya ragam komunikasi, bentuk-bentuk komunikasi, salah satunya komunikasi di dalam media sosial. Beliau menyampaikan bahwa sangat penting untuk memahami dan menerapkan etika di media sosial. ‘Mulutmu, harimaumu’, beliau mengingatkan agar kita senantiasa menjaga etika komunikasi, jangan sampai kemudian kebebasan berpendapat dijadikan sebagai kesempatan beropini yang tidak semestinya dengan menggunakan identitas palsu.

Materi penutup disampaikan Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.I.P., S.A.P., S.H., S.Pd., M.H., M.Si., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia. Beliau menegaskan kembali mengenai penetrasi internet yang sudah sangat meluas dengan menyajikan data persebaran pengguna media sosial berdasarkan usia yang menunjukkan bahwa media sosial ini sudah merambah di semua kalangan. Beliau juga menyampaikan tentang ancaman keberagaman, di mana masing-masing kalangan memiliki cara konsumsi yang berbeda. Hal ini tentu dapat memungkinkan terjadinya kekeliruan-kekeliruan dalam berkomunikasi, khususnya di sosial media. Sehinga, penting bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan, menyelaraskan persepsi agar tidak mudah terhasut dengan informasi-informasi yang bukan fakta. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan literasi digital.

Penanaman nilai-nilai pancasila dalam menjaga keberagaman, narasumber sepakat bahwa untuk menjaga keberagaman kita harus senantiasa saling toleransi dan menghargai, karena sejatinya keberagaman adalah sebuah keistimewaan. Pada akhir diskusi, beberapa poin yang menjadi perhatian peserta adalah saran-saran efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya disinformasi atau untuk menghalau tindak radikal yang mengancam keutuhan bangsa, narasumber kembali mengingatkan bahwa salah satu cara efektif yang dapat dilakukan adalah dengan terus meningkatkan literasi digital.

Baca Juga  Menteri LHK Bentuk Satgas Pengendalian Pencemaran Udara Jabodetabek

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *