Program Pengabdian Kepada Masyarakat: Urban Farming sebagai Upaya Membangun Kesejahteraan dan Pemanfaatan Lahan Kosong

Oleh: Erna Lovita – Tim PKM STIE Indonesia Jakarta

JurnalPost.com – Dampak ekonomi wabah COVID-19 masih tersisa, yakni sebagian masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan setelah wabah mereda, sebagian warga Kebon Baru memilih untuk menjalani pekerjaan serabutan, seperti menjadi pengemudi ojek, buruh bangunan, atau buruh angkut di pasar. Tentunya, pendapatan dari pekerjaan ini tidak menentu dan sulit memenuhi kebutuhan keluarga secara layak. Di sisi lain, wilayah ini memiliki banyak lahan kosong yang tidak produktif, seperti halaman rumah atau rooftop yang tidak dimanfaatkan.

Pada program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta (STIE Indonesia) bermitra dengan PT Alif Tekno Farm (PT ATF) memiliki inisiatif untuk mengatasi problem masyarakat diatas melalui urban farming. Program PKM kali ini memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Tehnologi (Kemendikbudristek) melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun anggaran 2023. Urban farming adalah konsep pertanian di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas. Urban farming menjadi solusi inovatif untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong yang tidak terawat dan memberikan alternatif mata pencaharian yang lebih stabil dan memberdayakan masyarakat setempat.

STIE Indonesia bermitra dengan PT ATF menerapkan urban farming menggunakan tehnologi presicion farming. Teknologi ini akan diterapkan di lokasi lahan kosong untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Pada program ini bentuk tehnologi yang digunakan adalah alat Katup Nutrisi Pintar (KNP) yang mampu menghemat air, pupuk, energi dan tenaga kerja. Komoditas yang dikembangkan adalah tanaman buah umur pendek (65 hari) yang cocok untuk kawasan dataran rendah, yaitu melon.

Pelatihan dan pendampingan dilakukan oleh dua orang teknisi sebagai supervisor dari PT ATF mulai dari penyemaian hingga panen. Tahapan penanaman melon dimulai dari setting alat dan penyemaian bibit melon, dilanjutakan pemindahan hasil penyemaian ke pot. Pemeriksaan stok air dan nutrisi dilakukan setiap hari dan penyemprotan insektisida pada waktu tertentu. Polinasi atau mengawinkan putik dan benang sari mulai dilakukan Ketika tanaman sudah berbunga. Selanjutnya seleksi buah melon dan pruning atau penjarangan daun dilakukan ketika sudah mulai muncul biji melon. Terakhir dilakukan panen hasil melon ketika usia tanaman melon sudah cukup.

Baca Juga  Peran Pemerintah RI Dalam Global Stocktake (GST)

Program PKM melibatkan tiga orang dosen dan dua orang mahasiswa STEI Indonesia Jakarta. Dosen akan berperan memberikan pelatihan pengelolaan keuangan, pendidikan kewirausahaan, dan pemasaran untuk hasil panen. Adapun mahasiswa akan membantu dalam proses pelatihan sekaligus sebagai pendamping ketika masyarakat sasaran praktik pengelolaan keuangan dan pemasaran. Pada akhir program masyarakat sasaran memiliki diharapkan memiliki kemandirian dalam mengelola dan mengembangkan urban farming berkelanjutan.

Program ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian berkelanjutan. Program urban farming ini juga merupakan langkah konkret dalam membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan, sehat, dan mandiri di Kebon Baru, Tebet. Dengan begitu, diharapkan para penerima manfaat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka.

Berdasarkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), program ini berhasil memberikan pengalaman di luar kampus bagi mahasiswa, aktivitas luar kampus bagi dosen, dan hasil kerja dosen yang bermanfaat bagi masyarakat. Kerja sama dengan PT ATF menjadikan STEI Indonesia Jakarta pelopor implementasi teknologi KNP dan urban farming berkelanjutan di Indonesia.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *