Melalui Program KKN-BBK 3, Mahasiswa Unair Lakukan Trobosan Pembuatan Lilin Aromaterapi dengan Bahan Alami dan Terjangkau

JurnalPost.com – Musim penghujan seringkali memberikan kesejukan dan kesegaran bagi alam, tetapi sering juga diiringi oleh kedatangan tamu yang kurang diinginkan, yaitu nyamuk. Untuk mengatasi masalah ini, Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga Desa Prambangan yang didampingi Astika Gita Ningrum, M.Keb selaku dosen pembimbing lapangan telah menggali potensi alam Indonesia dengan menciptakan lilin aromaterapi inovatif yang mengandalkan ekstrak daun kelor dan daun Sereh sebagai bahan utama.

“Selama bulan Desember hingga Januari, Desa Prambangan mengalami musim penghujan, bahkan untuk nyamuk menjadi salah satu permasalahan yang ada bagi warga sekitar.” Kata Bapak Haji Karto selaku Kepala Desa Prambangan

“Di Desa Prambangan, tanaman kelor banyak dibudidayakan di Desa Prambangan bahkan dijual dengan harga terjangkau. Sementara itu, daun sereh juga menjadi komponen tak terpisahkan dalam aktivitas dapur masyarakat Desa Prambangan”, Kata Bapak Suroso selaku Sekretaris Desa Prambangan.

Melansir perkataan tersebut, Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga Desa Prambangan telah berhasil melakukan percobaan pembuatan lilin aromaterapi dari bahan alami ekstrak daun kelor dan sereh. Selain itu, mereka mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan potensi ekstrak daun kelor dan sereh dalam pembuatan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan alam sekitar.

Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga Desa Prambangan mensosialisasikan produk lilin aromaterapi di dua lokasi, yaitu di SDN 26 AL-BARRU GRESIK pada tanggal 16 Januari 2024 dan di Balai Desa Prambangan kepada masyarakat setempat, khususnya Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada tanggal 23 Januari 2024. Selain melalui diskusi interaktif, Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga Desa Prambangan juga melakukan demonstrasi secara langsung dalam pembuatan lilin aromaterapi dari bahan alami ekstrak daun kelor dan sereh.

“Kami melihat potensi besar dalam memanfaatkan tanaman kelor dan sereh untuk menciptakan solusi yang tidak hanya efektif tetapi juga ramah lingkungan. Daun kelor dan serai memiliki kandungan senyawa-senyawa yang dapat mengusir nyamuk dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga Desa Prambangan,” ungkap perwakilan mahasiswa Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga, Rangga Adhi Prastika.

Baca Juga  Pentingnya Merawat Keelokan Diri, Demi Menguatkan Rasa Cinta Terhadap Diri Sendiri

Tanaman kelor, selain menjadi bagian penting dari kuliner lokal, juga dikenal memiliki sifat pengusir nyamuk alami. Kandungan senyawa alami dalam daun kelor dapat memberikan efek penghalang terhadap nyamuk, sehingga dapat membantu mengurangi keberadaan nyamuk yang mengganggu di musim penghujan. Sementara itu, daun serai telah lama dikenal memiliki aroma yang tidak disukai oleh nyamuk. Dalam kegiatan sehari-hari masyarakat Desa Prambangan, sereh sering digunakan sebagai bahan dapur, dan kini kehadirannya juga turut mendukung program inovatif pembuatan lilin aromaterapi.

“Tanaman kelor dan serai memang memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Prambangan. Kami sangat mendukung inisiatif Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga dalam menciptakan produk lilin aromaterapi yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga menggali potensi alam lokal,” ungkap Bapak Suroso Selaku Sekretaris Desa Prambangan.

Pemanfaatan bahan-bahan alami yang dilakukan oleh Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga Desa Prambangan juga merupakan salah satu bentuk komitmen sebagai mahasiswa Universitas Airlangga yang mengedepankan SDG poin ke-7 yang berisikan tentang Energi bersih dan terjangkau (affordable and clean energy). Hal ini selaras dengan misi Universitas Airlangga yang terus berupaya untuk mendorong adanya percepatan pengimplementasian poin-poin SDG. Dengan adanya program kerja yang dilakukan oleh Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga Desa Prambangan membuktikan bahwa baik civitas akademika maupun mahasiswa memiliki komitmen penuh untuk terus melakukan penggalakan program-program SDG.

Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan ini, Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga tidak hanya menciptakan solusi nyamuk yang efektif, tetapi juga memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial. Pembuatan lilin aromaterapi yang dihasilkan dari bahan alami lokal diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kerjasama antara universitas dan masyarakat dapat menciptakan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi semua pihak.

Baca Juga  Solusi Aman untuk Anda yang Inginkan Berat Badan Bertambah

Penulis : Tim KKN-BBK 3 Universitas Airlangga

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *