Maggot Black Soldier Fly Sebagai Agen Pengurai Sampai Organik Ramah Lingkungan

JurnalPost.com – Permasalahan yang tak ada habisnya pada masyarakat adalah sampah. Sampah organik maupun anorganik yang banyak dihasilkan adalah dari sampah rumah tangga . Terutama yang menjadi fokus pembahasan topik kali ini yaitu banyaknya sampah organik yang pemanfaatannya masih kurang optimal seperti dibuang sembarangan dan dibiarkan sampai menumpuk hingga menimbulkan bau busuk juga biang penyakit.

Gambar 1: Penumpukan Sampah Organik

Berdasarkan data KLHK hingga tahun 2022 produksi sampah di Indonesia mengalami peningkatan dengan jumlah timbulan sampah sebanyak 68,7 juta ton/tahun yang didominasi sampah organik sisa makanan yaitu 41,27%. Dengan demikian untuk menanggulangi akan potensi kenaikan sampah organik dimasa mendatang, perlu adanya teknik pengelolaan sampah yang tentunya lebih mudah diterapkan dan ramah lingkungan salah satunya adalah dengan memanfaatkan larva Maggot.

Spesies Black Soldier Fly (BSF) merupakan biomesin/ biotransformasi/ biokonservasi yang efektif dalam mengolah sampah organik seperti sayuran, buah, sisa makanan, bangkai hewan, serta kotoran dan lainnya. Adapun maggot Black Soldier Fly adalah larva dari jenis lalat besar hitam (BSF) dengan nama latin Hermetia illucens. Lalat Black Soldier Fly tersebut berasal dari benua Amerika. Larva Maggot inilah yang dimanfaatkan untuk mengurangi dampak penumpukan sampah organik.

Maggot, sebagai tahap larva dari berbagai serangga, memiliki morfologi yang khas tergantung pada jenis serangga tersebut. Secara umum tubuh maggot berbentuk silindris, panjang, dan terdiri dari segmen-segmen yang dapat berkontraksi. Warna maggot bervariasi, namun sering kali dominan dalam spektrum putih, krem, atau coklat pucat. Ujung tubuhnya cenderung tumpul, dan maggot tidak memiliki struktur kaki yang terlihat pada tahap serangga dewasa. Mulut maggot disesuaikan dengan jenis makanannya, menjadikannya pengurai bahan organik atau parasit dalam hewan atau tumbuhan. Gerakannya umumnya dilakukan melalui peristaltik, yaitu dengan cara merayap atau meremas tubuhnya untuk berpindah. Studi morfologi maggot memiliki implikasi penting dalam pemahaman siklus hidup serangga dan perannya dalam ekosistem.

Baca Juga  Bakso Aci Prasmanan di Palembang Favorit Pelajar dengan Harga yang Pas di Kantong
Gambar 2: Larva Maggot Hermetia illucens

Proses penguraian sampah oleh maggot ini lebih cepat, tidak berbau dan menghasilkan kompos organik. Kemampuan dekomposi maggot lebih baik dibandingkan dengan organisme lainnya termasuk mikroorganisme, selain itu teknologinya juga mudah untuk diaplikasikan, mempunyai dampak ekonomi dan yang paling penting adalah sangat ramah lingkungan. Proses penguraian oleh maggot ini aman bagi kesehatan manusia karena lalat ini bukan faktor yang menimbulkan suatu penyakit. Penguraian sampah oleh maggot atau BSF ini tidak perlu diragukan lagi. Maggot memilki kemampuan mengurai sampah organik 2 sampai 5 kali dari berat tubuhnya.

Cara pemanfaatan maggot umumnya melibatkan pemeliharaan larva dalam kondisi yang terkontrol. Peternakan maggot seringkali didirikan untuk tujuan ini, di mana larva diberi makan bahan organik yang spesifik dan dipelihara dalam lingkungan yang sesuai. Proses pemeliharaan ini kemudian dapat diarahkan untuk memaksimalkan manfaat ekologis. Dengan memahami sifat dan kegunaan maggot, kita dapat merancang pendekatan yang lebih efektif dalam memanfaatkannya untuk keberlanjutan lingkungan sekitar.

Sehingga dapat disimpulkan keunikan maggot terletak pada peran fungsionalnya dalam ekosistem. Mampu menguraikan bahan organik dan menjadi agen dekomposisi yang efisien, maggot memainkan peran penting dalam proses daur ulang nutrisi. Kemampuannya sebagai pengurai limbah organik juga memunculkan potensi pemanfaatan dalam pengelolaan limbah, menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Keunikan morfologi dan fungsi ini menjadikan maggot elemen kritis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat yang luas bagi manusia melalui berbagai aplikasi.

Jiddana Dusturia, dkk
(Mahasiswa Universitas Islam Negeri KH.Achmad Siddiq Jember)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *