Lima Mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB University Ciptakan Inovasi Alat Panen Kelapa Muda Tanpa Panjat dan Anti Pecah

Pameran Alat Cocospic di Acara Agri-ET Expo, Sumber: Dok. Pribadi

Bogor, JurnalPost.com – Muhammad Daffa’ Faiz Amsari, Gilang Ramdani, Muhammad Wildan Bagir Hakim, Hadyan Faruqi, dan Ahmad Yusuf Ridho merupakan mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem angkatan 2021. Lima mahasiswa tersebut mewakili IPB University dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovasi (PKM KI) yang didanai oleh pemerintah.

Mereka menciptakan suatu inovasi alat panen kelapa muda tanpa harus memanjat pohon dan menjaga kualitas dari buah kelapa muda itu sendiri. Inovasi itu sendiri diberi nama Cocospic (Adjustable Telescopic Sticks and Portable Trolley) yaitu alat pemanenan buah kelapa muda dengan sistem tongkat teleskopik dan troli portabel.

Lebih khusus lagi, sistem tongkat teleskopik akan menyesuaikan tinggi pohon kelapa sehingga tidak perlu memanjat lagi. Troli portabel akan mencegah buah kelapa muda pecah dengan meredam tumbukannya sekaligus dapat mengantarkan hasil panen buah kelapa muda ke tempat pengumpulan hasil tanpa harus kelelahan mengangkat atau mengangkut secara konvensional. Tongkat teleskopik dan troli portabel merupakan satu kesatuan alat pemanenan kelapa muda.

Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University sekaligus dosen pendamping dari Tim Cocospic Dr. Ir. Agus Sutejo M.Si. mengemukakan bahwa buah kelapa muda yang jatuh begitu saja ke tanah akan merusak kualitas dari buah kelapa itu sendiri. Selain itu, Muhammad Daffa’ Faiz Amsari selaku ketua Tim PKM Cocospic dengan teman satu tim menggagas inovasi ini berdasarkan permasalahan – permasalahan dari proses pemanenan buah kelapa, yaitu rentannya kecelakaan dan kesulitannya pemanenan karena pohon yang tinggi serta kelelahan akibat pengangkutan buah kelapa muda secara konvensional.

Mengatasi permasalahan diatas, maka inovasi alat yang diberi nama Cocospic hadir sebagai solusi karya inovatif yang ditawarkan sebagai alat pemanen kelapa buah kelapa muda tanpa panjat dan anti pecah.

Baca Juga  SenzoMeyiwa link video twitter

Terciptanya Cocospic akan mengurangi risiko kecelakaan pemanen karena memanjat pohon kelapa dan mengurangi rasa sakit serta kelelahan akibat beratnya pemindahan buah kelapa yang dipanen dengan diangkat secara langsung maupun menggunakan ambung karena pengangkutan akan menjadi lebih mudah. Dengan begitu, para petani tidak perlu memanjat lagi dan terhindar risiko kecelakaan ataupun kelelahan saat proses pemanenan buah kelapa.

Alat Cocospic juga sudah mendaftarkan paten dan hak cipta serta pameran expo kepada pihak-pihak industri untuk mengkomersialisasikan inovasi ini. Tim Cocospic sendiri sudah melakukan kerjasama dengan PT Riset Nusantara Bogor untuk melakukan ujicoba alat panen di perkebunan kelapanya. Ujicoba ini dilakukan untuk membuktikan keberhasilan dari inovasi alat panen kelapa muda yang dihasilkan.

Tim SDM PT Riset Nusantara mengatakan, ”Alat ini akan sangat bermanfaat, terutama untuk pohon-pohon kelapa yang tinggi”. Selama ini proses pemanenan masih secara konvensional atau dengan memanjat”.

Kedepannya ujicoba dan pengembangan alat panen buah kelapa muda tanpa panjat dan anti pecah terus dilakukan untuk menjawab segala permasalahan dari pemanenan buah kelapa khususnya kelapa muda.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *