Krisis Komunikasi Antara Anak dengan Orang Tua

JurnalPost.com – Komunikasi merupakan sebuah sarana atau upaya untuk bertukar pikiran baik secara verbal maupun non verbal. Menurut Hapsari A.A (2021) Peran komunikasi pada lingkungan keluarga merupakan hal yang cukup penting, di mana komunikasi adalah suatu alat ataupun media penjembatan dalam hubungan antar sesama anggota keluarga. Buruknya suatu kualitas komunikasi di dalam keluarga tersebut maka akan berdampak negatif bagi suatu keutuhan dan keharmonisan di dalam keluarga itu sendiri. Komunikasi bisa terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok ataupun sebaliknya. komunikasi keluarga adalah sebuah aktivitas yang pasti terjadi didalam lingkungan keluarga. Bisa dibayangkan apa jadinya jika sebuah keluarga hidup tanpa adanya komunikasi. Maka sepi senyaplah kehidupan keluarga tanpa senda gurau, kegiatan bercengkerama, berdialog, bertukar pikiran dan lain sebagainya. Didalam komunikasi setiap kata – kata, gerak tubuh (gesture), intonasi suara dan tindakan mengandung dan melahirkan harapan, image, ungkapan perasaan dan saling pengertian yang bersifat mengajarkan dan mempengaruhi.

Dalam era keluarga modern, krisis komunikasi antara anak dan orang tua telah menjadi suatu tantangan yang semakin meresahkan. Perubahan zaman, pola hidup, dan pesatnya perkembangan teknologi telah membawa dampak signifikan dalam dinamika hubungan antargenerasi. Pemahaman dan nilai-nilai yang saling bertabrakan seringkali menimbulkan kesenjangan dalam komunikasi di antara kedua belah pihak. Anak-anak terbiasa dengan kecepatan informasi yang cepat dan terkoneksi secara digital, sementara orang tua mungkin masih cenderung pada cara komunikasi yang lebih tradisional. Dengan masuknya teknologi, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak menjadi semakin kompleks, membutuhkan pemahaman mendalam serta adaptasi dalam cara berkomunikasi.

Tantangan krisis komunikasi ini juga semakin rumit dengan gaya hidup yang sibuk dan kurangnya waktu yang berkualitas untuk bersama. Tebalnya jadwal pekerjaan, sekolah, dan aktivitas lainnya sering kali menghalangi interaksi langsung antara orang tua dan anak. Kurangnya waktu yang dihabiskan bersama membuat terjadinya kekurangan dalam membangun kedekatan dan pemahaman antara anggota keluarga. Dampak negatif teknologi juga turut memperparah krisis ini, dengan adanya ketergantungan pada media sosial yang mengurangi waktu interaksi langsung serta meningkatkan kesenjangan pemahaman antargenerasi.

Oleh karena itu, penanganan krisis komunikasi antara anak dan orang tua menjadi sangat penting. Memahami akar permasalahan ini dan mencari solusi yang tepat untuk membangun kembali hubungan yang sehat antara kedua belah pihak merupakan langkah yang diperlukan dalam memperbaiki dinamika keluarga. Diperlukan kesediaan dari kedua belah pihak untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi serta meningkatkan kualitas komunikasi secara menyeluruh.

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Komunikasi yang Efektif dengan Anak
Menurut Kinasih W.R. (2015) Sebuah keluarga yang harmonis pasti dibangun dengan hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Permasalahan yang sangat umum yang dihadapi setiap keluarga adalah soal hubungan. Kurangnya waktu kebersamaan dan komunikasi yang terbuka menjadi penyebab dasar dari renggangnya hubungan dalam keluarga. Memulai sebuah hubungan memang tidak mudah, karena semuanya perlu waktu dan proses untuk mencapai hubungan yang baik dan harmonis. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam merawat dan membimbing anak-anak mereka, termasuk dalam memperbaiki dan meningkatkan komunikasi yang efektif di dalam keluarga. Salah satu strategi kunci yang dapat digunakan adalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati terhadap anak-anak mereka. Ini berarti memberikan perhatian sepenuhnya saat anak berbicara, tanpa distraksi dari telepon atau kegiatan lainnya. Dengan memperlihatkan ketertarikan dan empati terhadap perasaan dan pandangan anak, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk berbagi secara terbuka.

Baca Juga  Perjalanan Seru: Dari Sukabumi ke Yogyakarta, Petualangan Motor di Bawah Cahaya Bulan

Selain mendengarkan dengan penuh perhatian, menciptakan lingkungan yang memfasilitasi komunikasi terbuka dan jujur juga sangat penting. Anak-anak harus merasa nyaman untuk berbicara tentang perasaan, masalah, dan kekhawatiran mereka tanpa takut dihakimi atau diabaikan oleh orang tua. Ini dapat dicapai dengan menciptakan waktu dan ruang khusus di mana anggota keluarga dapat berbicara tanpa gangguan dan interupsi. Menyediakan kesempatan untuk berbicara secara terbuka juga membantu memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam di antara mereka.

Melalui upaya ini, orang tua dapat membantu membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan anak-anak mereka, serta meningkatkan kepercayaan dan kedekatan di antara anggota keluarga. Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang mendengarkan dan memahami dengan penuh perhatian. Dengan mendengarkan dan memberikan dukungan yang tulus, orang tua dapat menjadi teladan yang positif bagi anak-anak mereka, membimbing mereka dalam membangun keterampilan komunikasi yang sehat dan hubungan yang bermakna di dalam keluarga.

Cara Menumbuhkan Komunikasi Efektif antara Orang Tua dan Anak Tidak Terjalin dengan Baik Disebabkan oleh Dampak Negatif dari Teknologi
Dampak teknologi yang signifikan dalam dinamika keluarga modern memunculkan tantangan baru dalam hubungan orang tua dan anak. Ketergantungan pada media sosial dan perangkat digital telah mengurangi interaksi langsung di antara anggota keluarga, menghasilkan kurangnya waktu yang dihabiskan bersama secara berkualitas. Hal ini dapat mengganggu komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, meningkatkan kesenjangan pemahaman antargenerasi. Orang tua harus memahami dampak negatif ini dan mencari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur batas waktu layar untuk anggota keluarga. Dengan membatasi waktu yang dihabiskan di depan layar, baik itu untuk media sosial, permainan, atau hiburan digital lainnya, orang tua dapat membuka kesempatan untuk interaksi langsung dan komunikasi yang lebih baik di antara keluarga. Selain itu, mendorong diskusi terbuka tentang penggunaan teknologi juga penting. Dengan berbicara secara terbuka tentang manfaat dan risiko teknologi, orang tua dapat membantu anak-anak memahami batasan yang sehat dalam penggunaannya. Menciptakan waktu berkualitas bersama tanpa gangguan teknologi juga penting untuk memperkuat ikatan emosional dan komunikasi antara orang tua dan anak di era digital ini.

Baca Juga  Pandangan Mahasiswa UNAND Mengenai Andalas Lawyers Club yang Mengundang Capres dan Cawapres

Peran Orang Tua dalam Memahami Perbedaan Bahasa Antar Generasi
Perbedaan bahasa antargenerasi tidak hanya mencakup penggunaan istilah atau bahasa yang berbeda, tetapi juga mencerminkan perbedaan dalam cara pandang, nilai, dan pengalaman hidup antara orang tua dan anak. Anak-anak sering kali mengadopsi bahasa baru yang dipengaruhi oleh tren dan perkembangan zaman, sementara orang tua mungkin lebih cenderung pada bahasa yang lebih tradisional atau konservatif. Ketidakcocokan ini dapat menyebabkan kebingungan atau bahkan konflik dalam komunikasi di dalam keluarga. Namun, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa perbedaan bahasa ini bukanlah tanda ketidakpatuhan atau kurangnya penghargaan dari anak, melainkan merupakan hasil alami dari perubahan zaman dan lingkungan yang mereka alami.

Selain memahami perubahan bahasa, orang tua juga perlu melihat perbedaan ini sebagai cerminan dari perbedaan nilai, budaya, dan pengalaman hidup antara generasi. Mempelajari perspektif anak-anak mereka dan mencoba melihat dunia melalui lensa mereka dapat membantu orang tua memahami dan menghargai pandangan anak-anak mereka. Ini juga membuka saluran komunikasi yang lebih baik, karena memungkinkan orang tua dan anak untuk saling memahami dan menghormati perspektif satu sama lain. Menurut Suyatno (2022) Konflik orang tua dan anak adalah bukti nyata tidak terjalinya komunikasi yang efektif dalam sebuah keluarga. Komunikasi sebagai sarana bertukar pikiran dan penyampaian keluh kesah antara anggota keluarga tidak terbangun dengan baik. Sumber utama konflik biasanya terjadi lantaran ketidak cocokan antara perspektif anak dengan perspekif orang tuaDengan memperkuat pengertian dan apresiasi terhadap perbedaan bahasa antargenerasi, orang tua dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam membimbing dan mendukung anak-anak mereka dalam menjelajahi dunia yang terus berubah, serta memperkuat hubungan keluarga secara keseluruhan.

Penanganan krisis komunikasi antara anak dan orang tua memerlukan kesadaran akan akar permasalahan dan upaya yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi. Dengan memperkuat kualitas komunikasi antara orang tua dan anak, keluarga dapat membangun hubungan yang kuat, harmonis, dan bermakna, serta menghadapi tantangan zaman yang terus berubah dengan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Kinasih W.R. 2015. KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA KELUARGA TIDAK HARMONIS. https://etd.umy.ac .id/id/eprint/19213/
Hapsari A.A. 2021. Pola Komunikasi Anak dan Orang Tua. https://www.jurnalkommas. com/docs/Jurnal%20D0215109.pdf
Suyatno. 2022. Komunikasi dan Konflik Orang Tua – Anak dalam Keluarga. https://www.kompasiana. com/amp/suyatno3857/62886a81bb4486375709e952/komunikasi-dan-konflik-orang-tua-anak-dalam-sebuah-keluarga

Ditulis Oleh: Muhammad Naufal Farhan

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *