Kerajinan Marmer Pada Kampung Pengrajin Batu Marmer Desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung

Gambar 2: Tempat pembuatan kerajinan marmer.

Jujur Mumpuni
Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
Email: jujurmumpuni21@gmail.com

Abstrak
Indonesia identik dengan dengan sebutan negara kepulauan dan negara maritim yang dimulai dari Sabang yang berada di Pulau Sumatera sampai Merauke yang berada di Pulau Papua. Didalam negara kepulauan ini tentu terdapat banyak sekali hasil kerajinan kerajinan di setiap daerahnya, salah satunya yang ada di daerah Tulungagung ini dengan produk terkenalnya yaitu kerajinan dari batu marmer. PT. IMIT (Industri Marmer Indonesia Tulungagung) merupakan Perusahaan tambang marmer yang berada di Tulungagung yang telah menyuplai akan kebutuhan marmer untuk Masyarakat kampung pengrajin marmer yang juga hasil pertambangan tersebut digunakan sebagai mata pencaharian sehari hari kampung pengrajin marmer ini untuk dijadikan sebagai kerajinan marmer yang bernilai jual tinggi. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengetahui struktur struktur kerajinan marmer yang hingga sampai saat ini masih dikelola yang ada di Desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung sebagai bagian khas dari Kabupaten Tulungagung sehingga dijuluki dengan sebutan Kota Marmer. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan cara observasi di lokasi tempat kerajinan marmer, wawancara dengan pengrajin batu marmer, dan sesi pengambilan dokumentasi. Pada hasil riset penelitian ini menunjukkan bahwa kerajinan marmer sudah dikenal di Masyarakat luas dengan cara mengekspor hasil kerajinan, dan mempunyai Teknik yang masih tradisional dalam pembuatannya dan dilakukan secara turun temurun, begitu juga dengan produk yang dihasilkan rata rata adalah perabotan rumah tangga seperti wastafell, bathup, ubin, dan hiasan yang ditempatkan di ruang tamu. Pengrajin marmer yang berada di Tulungagung ini juga dalam pembuatan kerajinan marmer ini menggunakan kreativitas yang dilakukan secara turun temurun yang sudah dilakukan oleh pihak keluarga pendahulunya, sehingga secara tidak langsung kreativitas dari pengrajin batu marmer ini akan tetap ada dikarenakan generasi penerusnya akan belajar dari pihak keluarga nya sendiri.
Kata Kunci: Marmer Tulungagung, Kerajinan Marmer

Abstract
Indonesia is synonymous with the name of an archipelagic country starting from Sabang to Merauke. In this archipelagic country, of course there are lots of handicraft products in each region, one of which is in the Tulungagung area with its famous product, namely marble crafts. PT. IMIT (Indonesian Marble Industry Tulungagung) is a marble mining company located in Tulungagung which has supplied the marble needs for the community of the marble crafts village and the results of the mining are also used as a daily livelihood for this marble craftsmen’s village to make marble crafts with high selling value. The purpose of this research is to determine the structure of marble crafts which are still managed in Campurdarat Village, Tulungagung Regency, as a typical part of Tulungagung Regency, so that it is nicknamed Marble City. The method used by researchers in this research is a qualitative research method with a phenomenological approach. The data collection techniques used by researchers are observation at marble craft locations, interviews with marble craftsmen, and documentation. The results of the research show that marble crafts are well known in the wider community by exporting craft products, and have techniques that are still traditional in making them and have been carried out from generation to generation, as well as the products produced on average are household furniture such as sinks, bathtubs, tiles and decorations placed in the living room. This marble craftsman in Tulungagung also uses creativity that has been passed down from generation to generation in making marble crafts, so that indirectly the creativity of these marble craftsmen will remain because the next generation will learn from their his own family.
Keywords: Tulungagung Marble, Marble Craft

PENDAHULUAN
Kabupaten Tulungagung merupakan sebuah Kabupaten yang berada di sebelah timur Kabupaten Trenggalek. Tulungagung dikenal dengan sebutan Kota Cethe, makna tersebut diambil dari banyaknya warung kopi yang berada di Tulungagung dan kreativitas para penikmat kopi untuk melukiskan ampas kopinya pada rokok yang akan dinikmatinya. Tidak hanya itu Tulungagung juga terkenal dengan sebutan Kota Marmer, karena Tulungagung menjadi penghasil batu marmer yang berdiri sejak tahun 1961. Pertambangan marmer ini terletak di bagian selatan dari pusat kota dan kantor pemerintahan Kabupaten Tulungagung, begitupun dengan pembuatan dan pusat penjualan marmer berada di bagian selatan Kabupaten Tulungagung. Marmer ini dikelola oleh Perusahaan yang bernama dengan PT. IMIT atau dikenal dengan PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung. Hasil dari pertambangan batu marmer ini selanjutnya akan diserahkan kepada para pengrajin untuk dilakukan proses pembuatan menjadi kerajinan dengan kreativitas dan keahlian yang dimiliki oleh pengrajin, yang tentu mempunyai nilai jual yang tinggi. Hasil dari kreativitas para pengrajin ini tidak diragukan lagi karena mampu menembus pasar perdagangan lokal dan regional. Kerajinan marmer juga tidak jarang banyak yang digunakan sebagai interior rumah yang biasanya diletakkan pada ruang tamu maupun ruang keluarga agar terlihat lebih mewah, memgandung nilai estetika, dan juga terlihat glamour jika sedang berada di ruang tamu maupun ruang keluarga.

Kerajinan dari bahan batu marmer yang dapat digunakan yaitu seperti patung, ornamen ornamen, telur marmer, maupun tempat lampu yang terbuat dari marmer. Namun tidak hanya dari segi keestetikannya saja, kerajinan marmer juga dapat berupa dengan perabotan rumah tangga dan dijadikan sebagai bahan bangunan seperti wastafell, ubin, guci, meja, maupun bathtub. Kerajinan marmer merupakan sebuah produk kerajinan yang tentu memiliki daya kreativitas yang tinggi dan mempunyai nilai nilai seni yang tinggi dalam setiap kerajinan yang dibuat. Oleh sebab itu peneliti mengambil judul riset penelitian yaitu “Kerajinan Marmer Pada Kampung Pengrajin Batu Marmer Desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung”

Keadaan ini cocok dengan teori yang dikemukakan oleh Henri Lefebvre yaitu teori produksi ruang sosial. Ruang sosial merupakan merupakan produksi sosial ruang yang diproduksi sebagai cara tertentu yang menjadi alat berpikir dan bertindak. Ruang sosial juga merupakan kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Masyarakat untuk mengisi ruang ruang untuk melakukan sebuah kegiatan yang didalamnya bisa berakibat positif maupun negatif. Manfaat positifnya Masyarakat bisa bekerja dengan baik dengan adanya industri industri kerajinan marmer maupun showroom yang ada pada pemilik kerajinan batu marmer. Sedangkan manfaat negatifnya ruang produksi juga bisa dimanfaatkan untuk menambah kekuasaan oleh kaum kapitalis yang pada awalnya bersahabat dengan Masyarakat sekitar untuk membuka lapangan pekerjaan pada perusahaannya. Namun Henri Lefebvre juga mengatakan bahwa ruang dengan sendirinya di produksi oleh Masyarakat sendiri.

Penelitian mengenai kerajinan marmer telah dilakukan oleh beberapa peneliti yaitu Glad Maida Pikatan (2013) dengan judul “Graha Kerajinan Batu Marmer di Tulungagung.” Dengan hasil riset penelitian yaitu jika di Kabupaten Tulungagung sendiri kerajinan dari yang berbahan dasar batu marmer telah dijadikan komoditas utama. Namun para pengrajin marmer di Tulungagung lebih cenderung melakukan pembuatan kerajinan secara individual dan untuk hasil dari kerajinan tersebut hanya dipamerkan dengan cara menaruh hasil kerajinan tersebut di depan rumah mereka atau mempunyai showroom untuk memamerkannya akan tetapi dengan hasil itu kurang maksimal, sehingga hanya mengandalkan pembeli yang melewati showroom mereka. Namun dengan adanya konsep graha kerajinan untuk batu marmer ini peneliti berharap akan bisa meningkatkan kualitas tempat dari tempat pengrajin dan showroom mereka agar menjadi lebih baik dan menarik oleh para pengunjung dan membuat para pengunjung nyaman saat berkunjung ke showroom marmer.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Luthfi Mutha’ali (2017) dengan judul “Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Industri Kerajinan Marmer Di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.” Dengan hasil penelitian jika terdapat 24 macam produk hasil kerajinan dengan hasil kerajinan favorit ialah ubin marmer, bathtub, dan wastafel. Arah distribusi marmer paling banyak adalah di luar Provinsi Jawa Timur. Harga yang paling murah di antara kerajinan marmer yang lain adalah telur teluran, dan juga terdapat harga yang paling terlihat mahal dari segi nilai kreativitasnya dan juga ketelitiannya adalah patung yang harga jualnya bisa mencakup puluhan juta rupiah tergantung pada pilihan ukuran, tingkat kesulitan, maupun ketelitian dalam proses membuatnya. Menurut pemilik industri, kerajinan yang laku banyak terjual adalah lantai marmer dan wastafel di karenakan lantai marmer dan wastafel menimbulkan kesan mewah terhadap bangunan rumah maupun kantor.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Vinda Yunitasari (2021) dengan judul Analisis Upaya Dalam Mempertahankan Keberlangsungan Industri Kerajinan Marmer dan Onix Di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Dari hasil penelitiannya yang telah dilakukan, menunjukkan hasil bahwa proses pengembangan produk dengan cara memodifikasi produk dan kreasi pengembangan produk juga dilakukan dengan cara melakukan inovasi-inovasi seperti memodifikasi produk yang sudah ada secara sederhana atau menggabungkan kreativitas dari masing masing pengrajin marmer, pengembangan pasar dengan membuka showroom dan lapak online, pengelolaan keuangan dengan pencatatan, pelaporan, pengendalian, dan investasi, dan menerapkan pendidikan ekonomi keluarga dengan baik dan benar, sehingga bisa menerapkan proses pengembangan produk yang semakin baik dan dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Diikuti 336 Peserta Bupati Pangkep MYL Dampingi Sekjen Kemenaker RI Buka PBK BPVP

Untuk itu penelitian ini berfokus kepada Kerajinan Marmer Pada Kampung Pengrajin Batu Marmer Desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung yang berfokus kepada kreativitas para pengrajin sehingga bisa membuat kerajinan marmer yang sangat unik dan kreatif sehingga kerajinan marmer Kabupaten Tulungagung bisa dikenal di berbagai sektor daerah daerah yang ada di Negara Indonesia dan juga dikenal hingga mancanegara sebagai pemasok kerjinan marmer yang unggul dan inovatif. Adanya penelitian ini digunakan untuk membahas rumusan masalah sebagai berikut ini: 1. Bagaimana pengrajin membuat kerajinan marmer dengan kreativitas yang dimilikinya? 2. Dari daerah mana saja yang biasa membeli atau memesan patung patung maupun ornamen?

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2014) penelitian kualitatif adalah merupakan prosedur dalam penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata yang dapat tertulis ataupun perkataan lisan dari perilaku orang orang yang bisa diamati oleh peneliti. Penelitian kualitatif merupakan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (entity). Hal ini dilakukan, menurut Lincoln dan Guba (1985:39), karena ontologi ilmiah menghendaki adanya kenyataan kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya. Teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, jadi pada penelitian ini menentukan sampel dengan narasumber tertentu yang mampu menjelaskan mengenai tentang Kerajinan marmer yang ada di Desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Narasumber dalam penelitian ini adalah pengrajin marmer sendiri yang merupakan warga asli dari desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung, karena peneliti menganggap informan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan terkait dengan penelitian yang sedang dilakukan. Pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi ke tempat penelitian, sesi wawancara dengan informan, dan sesi dokumentasi. Peneliti melakukan observasi secara langsung dengan mengunjungi lokasi Desa Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur dalam rentang waktu 24 Oktober 2023. Observasi dilakukan dengan mengamati kerajinan marmer yang berada di dalam showroom marmer yang tentu menjadi objek para pembeli untuk mengamati serta belajar dan membeli kerajinan marmer yang sudah jadi. Selanjutnya peneliti mengamati hasil kerajinan marmer yang merupakan hasil batu pahatan berupa patung, bathup, wastafel, maupun ornamen ornamen untuk mempermewah ruangan ruangan di dalam rumah. Pada tahap selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan pengrajin marmer Desa Campurdarat yang juga warga asli desa Campurdarat, dengan tujuan memahami kerajinan kerajinan serta mengetahui kreativitas kreativitas dari para pengrajin batu marmer yang membuat kerajinan ini dengan penuh ide. Peneliti juga melakukan wawancara dengan pengrajin marmer sebanyak satu kali dikarenakan minimnya waktu untuk melakukan proses penelitian yang lebih mendalam. Teknik selanjutnya adalah yakni dokumentasi, dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti berupa transkrip hasil wawancara dengan narasumber pengrajin marmer Desa Campurdarat, dan foto dari hasil penelitian yang berada di Desa Campurdarat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Fenomenologi. Kata Fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif informan dari berbagai jenis dan tipe subjek informan yang sedang ditemui di lapangan. Fenomenologi juga diartikan sebagai pengalaman subjektif atau fenomenologikal atau suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari informan sumber data. Maka dari itu penelitian ini berfokuskan kepada cerita, pengalaman, maupun perspektif dari pengrajin marmer dan sekaligus warga asli dari Desa Campurdarat

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil

Pengrajin membuat kerajinan marmer dengan kreativitasnya
Desa Campurdarat Kabupaten Tulungagung merupakan daerah penghasil batu marmer yang tentu lengkap dengan para pengrajinnya beserta showroom marmernya. Desa Campurdarat berada di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur tepatnya pada jalur menuju ke JLS (Jalur Lintas Selatan) yang berada di Tulungagung bagian Selatan.

Hasil dari perolehan wawancara dengan narasumber yang berada di Desa Campurdarat Tulungagung sekaligus pengrajin batu marmer. Bahwa kerajinan marmer ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara turun temurun . Para pengrajin pada kerajinan marmer ini tidak melakukan pelatihan mandiri pada pembuatan kerajinan marmer ini, akan tetapi pengrajin marmer merupakan keturunan atau keluarga mereka sendiri yang secara turun temurun atau melanjutkan usaha milik orang tuanya, jadi mereka terbiasa untuk membuat kerajinan marmer ini dengan cekatan karena sudah dilatih maupun diberi keterampilan oleh keluarganya sendiri. Dari hasil yang dimaksud oleh narasumber ini dapat disimpulkan bahwa ruang ruang yang berada pada Kampung Pengrajin marmer ini akan tetap terus ada dengan seiring berjalannya teori produksi ruang sosial yang terus berjalan. Para pengrajin akan terus melakukan kegiatannya untuk memproduksi kerajinan kerajinan marmer dan mereka akan menjualnya kepada para pelanggan yang telah memesan atau datang langsung ke tempat showroom para pengrajin.

Selanjutnya pengrajin juga masih menggunakan Teknik pembuatan kerajinan marmer secara tradisional atau manual menggunakan mesin bubut serkel dan alat poles manual. Para pengrajin juga disebutkan bahwa mereka belajar memahat dengan cara secara otodidak dan nyantrik kepada pematung yang lebih senior. Karakter dari desain Teknik bubut mempunyai bentuk lebih geometris sedangkan Teknik sekrap mempunyai bentuk nongeometris dan lebih asimetris. Pada pembuatan kerajinan marmer dan ornamen ornamen corak yang menarik para pengunjung, para pengrajin juga tidak memasukkan atau memanfaatkan unsur unsur dari masa lampau, akan tetapi pengrajin membawa desain dari kreativitas mereka sendiri. Para pengrajin juga terkadang menggunakan nilai nilai filosofi pada budaya budaya yang ada di Indonesia seperti corak corak yang beracuan pada corak Kerajaan yang membawa sebuah nilai estetika tersendiri untuk para pemahat batu marmer. Pemahat kerajinan batu marmer juga bisa membuatkan nilai filosofis dari keagamaan konghucu atau etnis tionghoa sesuai dengan permintaan pemesan, dikarenakan pemahat pernah kedatangan oleh etnis tionghoa dan mereka memesan pahatan marmer sesuai nilai nilai yang ada pada etnis mereka. Akan tetapi karya kerajinan dari batu marmer yang paling banyak dipesan oleh para konsumen adalah wastafell, tempat sabun, tempat sampo, bathup, dan lain sebagainya.

Gambar 1: Detail hasil kerajinan marmer.

Untuk hasil yang baik dari kerajinan batu marmer, para pengrajin juga menggunakan amplas sampai nomor 1000, sesudah di amplas sampai dengan halus pengrajin selanjutnya memberi hasil kerajinannya menggunakan obat MAA dengan tujuan dapat mengkilapkan hasil kerajinan yang telah mencapai tahap finishing. Selanjutnya untuk hasil kerajinan berupa lantai marmer, para pengrajin biasanya menggunakan mesin poles untuk menjadikan keramik marmer yang mengkilap dan siap untuk dipasarkan.

Daerah pemasaran kerajinan marmer
Hasil dari kerajinan marmer juga tidak lupa dengan daerah daerah ekspor yang di jangkau oleh para pengrajin pengrajin marmer. Bukti dari adanya pemasaran kerajinan marmer ini adalah para pengrajin telah menjangkau Kawasan dalam negeri maupun luar negeri, contoh dari dalam negeri seperti pada daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali. Masyarakat Yogyakarta yang memesan marmer khas Tulungagung ini biasanya berada di daerah Pantai Parangtritis dan digunakan untuk trading dan kegiatan ekspor, mereka juga menjual hasil kerajinan marmer ini dengan harga yang relatif lebih tinggi daripada pada saat mereka mendatangkan kerajinan marmer dari daerah Kabupaten Tulungagung. Dan untuk pada daerah Provinsi Bali sasaran para eksportir adalah Ubud dan Sanur, namun pada daerah ini mereka tidak menggunakan dengan kegiatan trading tetapi mereka juga menjual kembali hasil kerajinan marmer dari Tulungagung yang dipergunakan untuk menambah nilai keestetikan di Pura maupun rumah dari Masyarakat Bali sendiri.

Dan juga untuk pengiriman untuk daerah luar Tulungagung di skala nasional maupun internasional pengiriman ini menggunakan angkutan kendaraan berupa truck maupun container yang selanjutnya akan dibawa dikirim ke daerah daerah pemasaran maupun pemesanan yang dilakukan oleh Masyarakat Bali dan juga Yogyakarta. Selanjutnya jika pengiriman kerajinan marmer melalui jalur ekspedisi melalui Pelabuhan Pelabuhan di Surabaya dan selanjutnya akan dikirim di negara negara asia maupun eropa. Lalu dengan terkenalnya kerajinan kerajinan marmer ini bahkan di tingkatan Nasional maupun Internasional juga tidak luput dari usaha para pengrajin untuk mempromosikan hasil kerajinannya untuk dijual yang dulunya hanya menggunakan media website internet namun sekarang para pengrajin sudah banyak yang menggunakan media online shop atau e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, maupun Lazada.

Baca Juga  Sekjen Relawan Muda BerAkhlak Apresiasi Penampilan Prabowo Saat Debat Capres

Pembahasan
Dengan adanya hasil hasil yang diperoleh pada lapangan tempat kerajinan marmer dilakukan dan terjadinya transaksi hasil penjualan kerajinan marmer keadaan ini cocok dengan teori Produksi Ruang yang dikemukakan oleh Henri Lefebvre. Semua pihak yang mempunyai kepentingan akan terus menerus berupaya mencari cara atau strategi untuk mendominasi penempatan dan memanfaatkan atas suatu ruang dan mereproduksi segala pengetahuan untuk mempertahankan hegemoni mereka atas pemanfaatan ruang ruang tersebut. Dengan kata lain, ruang yang digunakan bersama atau (common space) akan selalu menyesuaikan kepentingan para kaum kapital dalam rangka menjamin relasi atau hubungan produksi dan reproduksi yang bersifat kapitalisme. Space (ruang) mewujudkan kehendak untuk memamerkan diri karena baik ruang maupun komoditas harus digunakan (dipakai) sehingga (baik ruang maupun komoditas memiliki nilai. Produksi ruang sosial dibentuk oleh tindakan tindakan sosial, baik secara individual maupun secara Bersama sama atau disebut sebagai kolektif. Tindakan sosial inilah yang memberi kegiatan pada bagaimana suatu ruang spasial dikonsepsikan oleh mereka yang sedang mengisi dan menghidupkan ruang tersebut. Produksi ruang sosial berkaitan dengan bagaimana praktek praktek ruang spasial diwujudkan melalui persepsi lingkungan dikonstruksikan melalui jaringan yang mengaitkan aktivitas aktivitas sosial seperti halnya layaknya pekerjaan.

Untuk itu kerajinan yang berada pada Kampung Pengrajin marmer ini tidak lepas dari produksi ruang sosial yang saling berkaitan dengan satu sama lain antar elemen yang ada. Mereka tidak bisa melepaskan ruang produksi yang sudah diciptakan secara turun temurun dengan adanya pembuatan kerajinan, pemasaran, hingga distribusi ke daerah daerah pemesan, dan mengkonsepkan kota adalah sebagai acuan yang dijadikan sebagai komoditas penjualan kerajinan mereka dalam persaingan perdagangan. Dalam kategori rangkaian konseptual yang dicetuskan oleh Henri Lefebvre ini lebih condong ke dalam praktik spasial yang Dimana praktik spasial ini mengacu pada produksi dan reproduksi hubungan spasial antar objek dan produk. Dalam pengertian ini, ruang sosial meliputi pula keterlibatan setiap anggota Masyarakat yang mempunyai hubungan atau keterkaitan tertentu dengan kepemilikan atas ruang dan pekerjaan yang telah dibuat Dengan demikian, kohesi sosial atas suatu ruang ditentukan oleh derajat kompetensi dan tingkat kinerja atas pemakaian ruang ruang sosial dengan cara mengisi ruang ruang produksi kerajinan marmer ini dengan secara terus menerus memproduksi kerajinan kerajinan marmer ini dan melakukan penjualan melalui dengan platform media sosial hingga masa pendistribusian dalam negeri maupun luar negeri.

KESIMPULAN
Kerajinan marmer merupakan salah satu kerajinan yang banyak digemari oleh Masyarakat Indonesia maupun luar negeri yang ada di daerah Asia dan Eropa. Kerajinan marmer juga selain mempunyai media promosi secara online juga mempunyai showroom yang digunakan para pengunjung untuk melihat hasil dari kerajinan kerajinan marmer. Disebutkan bahwa kerajinan tidak mempunyai makna filosofis yang menyertainya, akan tetapi para pengrajin menggunakan kreativitasnya sendiri yang dilakukan secara turun temurun dikarenakan mereka belajar dari orang tuanya sendiri maupun kerabatnya. Namun terkadang pengrajin juga memasukkan nilai filosofis atau corak corak budaya yang ada pada zaman dahulu dan juga membuat menggunakan filosofis corak corak dari China, namun akan hal itu tidak setiap dari produksi nya menggunakan corak tersebut akan tetapi sesuai dengan keinginan pemesan.

Peranan masyarakat kampung pengrajin batu marmer ini adalah tetap melestarikan kerajinan kerajinan marmer ini dengan kreativitas kreativitas yang semakin unggul untuk membawa nama Tulungagung menjadi kota marmer yang dikenal oleh kalangan banyak. Memanfaatkan produksi ruang yang baik sehingga membawa dampak baik bagi perkembangan di sektor industri marmer maupun wisata edukasi pembuatan marmer. Pada saat pengambilan data peneliti juga mengamati beberapa kerajinan marmer yang ada disana, dan tentu nilai estetika marmer yang berada pada kampung pengrajin marmer ini mempunyai nilai kreativitas yang tinggi dan memiliki nilai jual yang tinggi. Sehingga peneliti peneliti lainnya dapat tertarik untuk melakukan riset penelitian yang berada pada kampung pengrajin batu marmer ini dengan perolehan data yang sangat amat kaya.

DAFTAR PUSTAKA
Arie Setyaningrum Pamungkas. (2016). Produksi Ruang dan Revolusi Kaum Urban Menurut Henri Lefebvre. Indoprogress.com
Kusuma, A. Yoga Perdana (2013) Studi tentang desain kerajinan batu marmer di home industry “Batu Wasiat” Desa Gamping Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung / A. Yoga Perdana Kusuma. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Anggun Yuniasari, Irwan Noor, Wima Yudo Prasetyo. STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF SEKTOR KERAJINAN BATU MARMER UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAERAH (Studi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung). Universitas Brawijaya.
Sugiyono, P. B. (2022). Memahami Konsep Ruang menurut Henri Lefebvre. SOSIOGLOBAL: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 6(2), 101-113.
Glad Maida Pikatan. (2013). Graha Kerajinan Batu Marmer di Tulungagung. Jurnal Vol No 2, (2013).
Vinda Yunitasari (2021). Analisis Upaya Dalam Mempertahankan Keberlangsungan Industri Kerajinan Marmer dan Onix Di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung

NAMA INFORMAN: Bu Fahmi Pengrajin Marmer
Waktu/Tanggal: 7 Desember 2023

Peneliti: Apakah pengrajin marmer kalau sedang membuat ukiran maupun pahatan yang dijadikan patung maupun ornamen ornamen apakah didalamnya terdapat makna filosofis atau hanya dari kreativitas dari pengrajin sendiri?

Informan: tidak ada nilai nilai filosofi, pemahat hanya berkreasi tapi juga sering ada order yangg bernilai filosofi budaya atau keagamaan Cina.

Peneliti : biasanya distribusi kerajinan marmer begini paling banyak di kirim di daerah mana mas?

Informan : hasil karya marmer biasa di kirim ke daerah Yogyakarta, Bali bahkan sudah dikirim expor Asia dan Eropa

Peneliti: Kalau boleh tau macam teknik apa saja yang digunakan pengrajin untuk membuat kerajinan marmer hingga selesai dan siap untuk di jual?

Informan :Teknik masih banyak manual proses seperti mesin bubut serkel dan alat alat poles manual

Peneliti: Kalau dari segi peminat pelanggan, kerajinan mana yang biasanya sangat laku dipasaran? daan bisa dijelaskan fungsinya hasil kerajinan ini untuk apa?

Informan: karya yang paling banyak order kebanyakan barang fungsional perlengkapan kamar mandi seperti wastafel, tempat sabun tempat Shampo, bathtub.

Peneliti: Dalam pembuatan kerajinan marmer ini apakah ada memasukkan nilai nilai leluhur terdahulu yang dijadikan sebagai pedoman dalam kreativitas pembuatan marmer yang di tuangkan?

Informan: produk tidak ada kaitan dg masa lampau, produk dan desain modern biasanya buyer membawa design sendiri

Peneliti: kalo dikirim di Yogyakarta dan Bali biasanya sasarannya paling banyak daerah mana ya? Dan digunakan untuk apa mereka membeli membeli kerajinan marmer yang ada di Tulungagung ini

Informan: Untuk daerah Yogyakarta biasa di daerah parangtritis di sana banyak tredding yang untuk diekspor kalo Bali biasa di daerah Ubud, sanur dan Digunakan untuk ekspor.

Peneliti: Berarti disana mereka memperjualbelikan kerajinan marmer dari Tulungagung itu lagi ya bu mungkin dengan harga yang lebih mahal begitu?

Informan: Iya mas

Peneliti: Mohon izin bertanya lagi Bu, untuk proses Finishing agar terlihat mengkilap dan mencolok dan terlihat lebih menarik teknik apa yang digunakan untuk itu?

Informan: Untuk mengkilatkan batu cukup di amplas sampai amplas no 1000. Habis itu di beri obat namanya MAA obat khusus pengkilat batu. Itu untuk jenis kerajinan kalau untuk lantai marmer perlu di poles pakai mesin poles

Peneliti: untuk pengrajin nya kerajinan marmer sendiri biasanya memang sudah mempunyai keahlian untuk membuat kerajinannya atau ada pelatihan begitu bu untuk bisa menghasilkan kerajinan yang sangat kreatif ini?

Informan: Sudah ada kreatifitas mulai dari turun temurun yang dilakukan oleh keluarga pengrajin.

Peneliti: Kalau untuk pengiriman yang biasa pakai truk kontainer gitu mau dikirim dimana ya bu selain wilayah yogyakarta maupun bali yang sekiranya daerah yang sering memesan kerajinan marmer kalau boleh tau daerah mana saja ya?

Informan: Biasanya klo pakai truk kontainer itu untuk ekspor dikirim ke pelabuhan sby nanti lanjut ke asia atau eropa, kalo untuk lokal biasa pengiriman pakai truk pengirimnya bisa di Bali, Yogyakarta, pasuruan dll wilayah indonesia tapi sementara ini pasar lokal yang besar daerah bali & yogyakarta

Peneliti: Media promosi yang digunakan untuk menjadikan kerajinan marmer dikenal oleh banyak daerah itu media promosi seperti apa yang digunakan? sehingga notabene nya kerajinan marmer ini dikenal di seluruh wilayah Indonesia hingga ke mancanegara seperti ini

Informan: Awalnya menggunakan website tapi sekarang sudah beralih ke marketplace seperti shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *