Gelar Konferensi Internasional, FH UM Bengkulu Angkat Isu Investasi dan Kemanusiaan

JurnalPost.com – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) melalui Fakultas Hukumnya menghelat acara International Conference on Law, Policy, and Politic (ICONLAPP) pada Senin hingga Selasa (22-23 Januari 2024).

Acara ini bertujuan menciptakan wadah intelektual untuk diskusi mendalam mengenai hubungan antara kebijakan investasi, kerangka hukum, dan dampaknya terhadap kemanusiaan. Dr. Rangga Jayanuarto, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum UM Bengkulu, menyampaikan hal ini dalam sambutan pembukaan.

“Konferensi ini merangsang diskusi mendalam tentang hubungan rumit antara kebijakan investasi, kerangka hukum, dan dampak mendalamnya terhadap kemanusiaan,” jelasnya.

ICONLAPP diikuti oleh 246 peserta dari berbagai kalangan, dengan 4 pemateri dari beberapa universitas luar negeri, antara lain Prof. Sonny Zulhuda, Ph.D (Internasional Islamic University Malaysia), Prof. Shu Mei Tang, Ph.D (Asia University Taiwan), Prof. Dr. Aidul Fitriaciada, M.Hum (Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan Beni Saputra, LL.M (University of Szeged, Hungary).

Rektor UM Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si., menyatakan bahwa konferensi ini bukan hanya pertemuan akademisi, peneliti, dan praktisi hukum, tetapi juga sebagai titik temu inovasi, kerja sama, dan refleksi untuk mendiskusikan hubungan antara investasi dan kemanusiaan di era global saat ini.

“Tema ‘Investment and Humanity, Charting New Paths in Policy’ sangat relevan di tengah dinamika dan tantangan geopolitik dan ekonomi global,” ujarnya.

Rektor berharap konferensi ini tidak hanya bertujuan pertukaran pengetahuan teoritis, melainkan juga memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan kebijakan investasi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menko PMK RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, dalam Keynote speech-nya menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo lebih memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia unggul. Hal ini mencakup pendidikan, kesehatan, dan jaminan kehidupan atau perlindungan sosial.

Baca Juga  Kementan dan Stakeholder Gerak Cepat Atasi Kekeringan di Indramayu

“Harapan kita, masyarakat Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara maju, dan ditargetkan pada tahun 2045, Indonesia bisa menjadi negara maju,” jelasnya.

Muhadjir menambahkan bahwa untuk mencapai visi emas 2045, Indonesia harus berhasil mengatasi bonus demografi dengan baik. (Humas UMB)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *