Etika dan Filsafat Komunikasi, Fondasi Hidup Bermasyarakat

Penulis : Rafli Resmana, S.Sos
Sarjana Ilmu Komunikasi Humas: Universitas Islam Negeri (UIN) BANDUNG

Founder : Indonesia youth connect

JurnalPost.com – Dahulu, saya menganggap salah masuk jurusan ilmu komunikasi. Alasannya, bahwa komunikasi bisa dilakukan oleh semua orang. Keinginan untuk pindah jurusan sempat terlintas, tepatnya di akhir semester kedua. Keinginan itu akhirnya sirna, setelah bertemu mata kuliah etika dan filsafat komunikasi di semester tiga. Mata kuliah ini mampu mengubah pemikiran saya yang skeptis menjadi lebih kritis.

Ternyata, komunikasi tidak semudah apa yang kita bayangkan. Pada kenyataanya masih banyak di masyarakat yang belum tahuarti dan cara berkomunikasi yang baik dan benar. Sebagai contoh masih banyak masyarakat kita yang terpecah belah gara-gara kesalahpahaman menerima informasi. Semua orang bisa berkomunikasi namun tidak semua orang tahu cara berkomunikasi. Melalui tulisan ini, saya akan berbagi pengetahuan mengenai konsep etika dan filsafat komunikasi, sehingga menjadi fondasi hidup bermasyarakat.

Komunikasi merupakan salah satu landasan penting dalam aspek kehidupan manusia yang tidak bisa dihindarkan. Sejak jaman dahulu, komunikasi memiliki peranan penting dalam aspek kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh jaman di era lahirnya filsafat yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Berkat ketiga filsuf tersebutlah melahirkan ide dan pemikiran yang berkembang di bermasyarakat.

Manusia berinteraksi dengan cara berkomunikasi. Terdapat dua bentuk komunikasi yang dilakukan manusia yaitu verbal dan nonverbal. Verbal merupakan bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan, sedangkan nonverbal merupakan bentuk komunikasi pada gerak tubuh. Menurut Shannon & Weaver komunikasi adalah proses transfer informasi dari satu titik (sumber) ke titik lain (penerima) melalui saluran tertentu dengan bantuan kode atau noise. sedangkan menurut Bernard Berelson & Gary A. Steiner, komunikasi adalah suatu proses penyampain pesan (informasi), gagasan, emosi, keahlian, dan lain lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka dan lain-lain. Dari kedua definisi diatas saya lebih cocok dengan definisi yang disampaikan bernard & gary, mengingat bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan secara langsung tanpa harus melibatkan orang lain dan tanpa harus adanya saluran.

Baca Juga  3 Desa di Bojongmangu Bekasi Krisis Air Bersih

Etika dan filsafat komunikasi berperan penting, bagaimana seharusnya komunikasi berjalan secara efektif dalam aspek kehidupan bermasyarakat. Etika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang menjelaskan nilai-nilai etis yang mendasar. Etika komunikasi melibatkan pertimbangan moral dalam menyampaikan pesan dan informasi. komunikasi yang efektif bukan hanya sekedar menyampaikan pesan yang benar, tetapi melibatkan pertimbangan terhadap nilai-nilai etis yang mendasar.

Sedangkan filsafat komunikasi membuka untuk memahami esensi dari komunikasi itu sendiri. Mendasari kita pada prinsip-prinsip filsafat komunikasi dengan memahami esensi pesan yang disampaikan ketika melakukan interaksi. Melalui etika dan filsafat komunikasi, menjadi pertimbangan semua yaitu, langkah sukses menjalani kehidupan bermasyarakat. inilah, maksud pesan dari etika dan filsafat komunikasi sehingga, kita dapat memastikan bahwa komunikasi menjadi bermakna dan etis.

Menerapkan etika dan filsafat komunikasi dalam aspek kehidupan bermasyarakat, menjadi dasar dalam setiap aksi, interaksi dan komunikatif sebagai langkah kritis menciptakan masyarakat yang sehat dan beradab. sebagaimana, tertulis dalam pancasila, sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Memahami dampak etis dari setiap tindakan komunikasi, akan menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran ide secara positif dan memperkaya keilmuan serta menguatkan persatuan, sebagaimana tertuang dalam sila pertama yaitu persatuan Indonesia. selain itu, bermanfaat untuk menhindari konflik atau perpecahan antara suku, ras dan agama serta mampu membentuk masa depan kehidupan yang lebih baik.

Etika dan filsafat komunikasi menjadi fondasi hidup bermasyarakat. Etika komunikasi memastikan nilai-nilai moral terkait pesan yang disampaikan, sementara filsafat komunikasi membimbing kita untuk memahami tujuan dan hakikat dari setiap tindakan secara komunikatif. Penerapan nilai-nilai etika dan refleksi filsafat adalah langkah kritis menuju masyarakat yang lebih sadar, terbuka, saling menghargai, dan menjadi manusia yang beradab.

Baca Juga  Selain Kejagung, Mahfud MD Ikut Bocorkan Celah Hukuman Ferdy Sambo Bisa Kurang Drastis

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *