Doa Yang Terkabulkan | Jurnalpost

Ilustrasi sedang berdoa, foto by Bing Image Creator

JurnalPost.com – Di suatu desa yang bernama Desa Malika, hiduplah seorang gadis kecil namanya Nazel. Kini, dia duduk di kelas 6 SD. Nazel adalah seorang murid yang sangat rajin dan pantang menyerah dalam belajar. Keinginannya untuk mencapai masuk 3 besar di sekolah adalah salah satu impiannya.

Suatu saat setelah selesai makan malam, Nazel duduk di atas kursi dengan menatap buku-buku pelajaran yang ada di meja belajarnya. Dalam hati Nazel bergerutu, “Apa aku bisa masuk peringkat 3 besar di semester ini? Aku sangat ingin masuk peringkat 3 besar, aku ingin membahagiakan orang tuaku”. Tekad kuat yang dimiliki Nazel untuk masuk peringkat 3 besar tidak pernah goyah. Nazel selalu berusaha memberikan terbaik dan berharap bisa masuk peringkat 3 besar, karena itu adalah keinginannya sejak duduk pertama kali di sekolah dasar dan sampai sekarang belum tercapai. Satu minggu lagi penilaian akhir semester genap akan di mulai. Tentu Nazel tidak hanya diam saja, Nazel sudah mempersiapkan dengan matang sejak awal agar mendapatkan hasil yang terbaik. Tak lupa untuk selalu meminta doa kepada Allah dan orang tua agar di mudahkan dalam menjawab soal nanti.

Bertepatan pada tanggal 7 Desember 2018 penilaian akhir semester dimulai. Nazel memulai harinya dengan penuh semangat untuk menjawab soal ujian hari ini. Mata pelajaran yang diujikan hari ini adalah mata pelajaran yang sangat di sukai Nazel, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia. Nazel senang karena bisa menjawab soal tersebut dengan mudah. Tidak lama setelah selesai menjawab ujian, Nazel pun segera pulang ke rumah. Seketika Nazel sudah sampai di rumah, sang ibu menyambut anaknya dengan penuh kasih sayang.

“Bagaimana ujian hari ini? Apakah susah, Nak?” tanya sang ibu.

“Alhamdulillah, Bu. Nazel hari ini menjawabnya dengan mudah dan soalnya tidak sulit,” jawab Nazel dengan senang hati.

“Alhamdulillah, Nak. Ibu senang mendengarnya. Anak Ibu hebat sudah melakukan yang terbaik hari ini,” puji sang Ibu. Nazel tersenyum mendengarnya.

Baca Juga  Respon Warganet Adanya Boikot Produk Makeup Maybelline

“Terima kasih banyak, ya, Ibu sudah mendoakan Nazel hari ini,” ujar Nazel seraya memeluk ibunya.

“Tentu saja, Ibu tidak akan lupa untuk selalu mendoakan yang terbaik untuk Nazel. Ayo, Nazel lekas ganti baju dan segera makan!” seru Ibu Nazel dengan nada riang. Nazel mengangguk dan berlari ke kamarnya. Nazel sangat sayang kepada orang tuanya yang selalu mendoakan, selalu mendukung Nazel untuk berproses. Walaupun orang tua Nazel tidak pernah menuntut untuk meminta Nazel masuk peringkat 3 besar, keinginan Nazel tidak pernah goyah untuk menempati posisi peringkat 3 besar tersebut.

Seminggu setelah terlaksananya penilaian akhir semester, pembagian rapot pun tiba. Nazel selalu berdoa kepada Allah agar mendapatkan hasil yang terbaik dari semester sebelumnya dan Nazel berharap bisa masuk peringkat 3 besar. Semua siswa sudah berkumpul di lapangan untuk pembagian rapot dan pengumuman bagi yang menempati peringkat 3 besar. Jantung Nazel yang awalnya berdetak secara normal kini berdetak cepat. Saat itu Nazel berserah diri dan bersyukur kepada Allah. Bagaimanapun hasilnya, Nazel sudah berusaha sebaik mungkin. Tidak lama kemudian pengumuman peringkat 3 besar di kelas 6 pun mulai dibacakan. Guru mengumumkan bahwa yang masuk 3 besar adalah Fadil, Zara, dan Rey. Setelah mendengar pengumuman tersebut Nazel pun terdiam dan meneteskan air matanya.

Seorang guru datang menghampiri Nazel yang sedang murung dan terdiam. Guru tersebut menghampiri Nazel dan bertanya, “Ada apa, Nazel?”

“Kenapa aku tidak pernah menempati peringkat 3 besar itu, padahal aku sudah berusaha keras untuk mendapatkannya?” jawab Nazel dengan sedih. Ia merasa seketika putus asa dengan usaha-usaha yang dilakukannya.

“Ah, Nazel sudah melakukan yang terbaik sampai saat ini. Nazel boleh sedih, namun jangan berputus asa dan menyerah. Ingat, peringkat itu hanyalah angka, dan yang penting itu adalah kita sudah berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Jangan menyerah untuk selalu berdoa kepada Allah, baik itu saat kita sholat atau di mana pun kita berada. Mungkin untuk sekarang Allah belum ingin mengabulkannya, tapi Allah pasti akan mengabulkannya di suatu saat, Nazel. Tetap semangat, ya, Nak,” tukas gurunya, seraya mengusap kepala Nazel.

Baca Juga  Strategi Pemasaran RANS Entertainment: Mendorong Keberhasilan Melalui Inovasi dan Kolaborasi

Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh gurunya, Nazel tersadar bahwa antara ibadah dan belajarnya tidak seimbang, karena Nazel merasa cenderung lebih mengutamakan belajar daripada ibadah. Dari sanalah hati Nazel tergentar untuk memperbaiki ibadahnya seperti salat tepat waktu, membaca al-qur’an setiap selesai salat, mengerjakan salat sunnah setelah salat wajib, salat duha dan tahajud.

Seiringnya berjalan waktu, dari seragam yang berwarna putih merah kini berubah menjadi putih biru. Gadis yang bernama Nazel sekarang duduk di jenjang SMP. Walaupun keinginannya belum tercapai, gadis itu tetap sabar dan terus berdoa kepada Allah. Nazel tetap menjalani kehidupannya dengan memperbaiki ibadahnya dan tetap berusaha agar bisa masuk 3 besar nantinya. Tidak ada kata lelah bagi Nazel untuk melakukan hal tersebut. Justru itu membuat Nazel lebih kuat dan tenang.

Tidak lama penilaian akhir semester kelas 7 selesai, dan tibalah hari pembagian rapot. Nazel tidak berharap banyak dan Nazel selalu mengingat nasihat yang telah disampaikan oleh gurunya saat duduk di sekolah dasar. Di setiap waktu Nazel terus berdoa, mulutnya tidak pernah berhenti mengucapkan salawat Nabi. Sekarang giliran kelas 7 dan guru mengumumkan siapa saja yang menempati posisi 3 besar. Tidak disangka pengumuman yang ditunggu-tunggu itu mengumumkan bahwa Nazel menempati peringkat 1 dan menjadi siswa berprestasi di kelas 7. Setelah mendengar namanya disebut, Nazel langsung sujud syukur saat itu juga. Betapa bahagianya Nazel. Setelah menunggu lama sejak awal duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini di jenjang sekolah menengah pertama, akhirnya keinginannya tercapai. Nazel berkata kepada dirinya sendiri, “Ternyata apa yang dikatakan oleh guru itu benar dan sekarang doaku sudah terkabul!”

Oleh: Najda Afifah Rahmah
Mahasiswa Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin
.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *