Bunuh Diri Bukan Solusi | Jurnalpost

Oleh : Dita Ismawanda
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

JurnalPost.com – Bunuh diri adalah suatu tindakan yang diinginkan secara sengaja oleh seseorang dengan berbagai cara untuk bisa meninggal dunia, bunuh diri bukanlah takdir karena itu dilakukan dengan rencana manusia sendiri bukan melainkan kehendak Allah Swt. Akhir-akhir ini ramai kembali kasus bunuh diri dan korbannya dari kalangan mahasiswa. Apa yang melatarbelakangi mereka melakukan tindakan tersebut? apakah karena beban tugas ataukah masalah kesehatan mental?

Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), ada 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023. Data tersebut sudah melampaui jumlah kasus bunuh diri tahun 2022 yaitu 900 kasus. Melihat hal tersebut rasanya sangat geram, memang tidak semua orang bisa merasakan apa yang seseorang rasakan. Namun hal itu tidak bisa dibenarkan karena pandangan islam pun tindakan bunuh diri sudah jelas tidak menyelesaikan masalah serta namun diharamkan dan masuk kategori dosa besar.

Mengingat kasus bunuh diri seorang mahasiswa yang sempat viral di media sosial, ia meninggalkan surat untuk ibunya, sebagai sesama mahasiswa saya juga terpukul dan berduka akan apa yang telah terjadi pada mahasiswa tersebut. Namun setelah melihat isi dari surat yang ditulis hati saya terasa teriris. Coba bayangkan dari sisi orangtua yang ditinggalkan oleh anaknya yang bunuh diri karena mentalnya sudah tidak kuat menjalani hidup. Orang Tua bersusah payah membanting tulang untuk mencari nafkah guna untuk biaya kuliah anaknya yang mana harapannya bisa dibanggakan nanti saat masa kesuksesannya, pulang ke kampung halaman membawa gelar yang sudah diusahakan selama menempuh pendidikan. Betapa terpukulnya orangtua yang mengalami hal tersebut, saya sangat tidak setuju karena kembali lagi dalam islam Allah SWT tidak akan menguji hambanya melampaui batas kemampuannya. Apapun ujian yang diberikan oleh-Nya pasti sudah terukur sesuai batas kemampuan yang dimiliki oleh hambanya.

Baca Juga  Tundukkan Svitolina, Pegula Capai Semifinal Washington

Kasus bunuh diri oleh mahasiswa pastinya juga berdampak terhadap pihak universitas, disamping karena masalah pribadi namun jika sudah menyangkut kata mahasiswa pasti pihak universitas juga akan terseret oleh kasus tersebut. Banyak stigma yang akan muncul apakah tugas yang diberikan terlalu berat? apakah lingkungan universitas tidak membuat nyaman? apakah tidak ada fasilitas untuk membantu mahasiswa menyelesaikan masalah? hal itu pasti keluar dari benak masyarakat. Pihak universitas yang tidak bersalah menjadi dirugikan karena nama baik bisa menurun dikarenakan stigma negatif yang bisa muncul dari masyarakat.

Tak heran bahwa generasi Z saat ini disebut sebagai generasi strawberry, dibentak sedikit nangis, dikritik sedikit emosi, disalahkan sedikit merasa paling salah sedunia. Ibarat sebuah pisau semakin diasah maka akan semakin tajam begitu pula mahasiswa, kita diasah oleh dosen, organisasi, atau kegiatan lain yang bertujuan agar sudah terlatih saat nantinya terjun ke dunia kerja. Sudah paham akan berbuat apa jika mengalami hal yang serupa, terkadang banyak yang mengira bahwa dosen yang killer sangat membosankan dan tidak disukai oleh mahasiswa. Mereka tidak membayangkan bahwa di dunia kerja tingkat tekanan yang diberikan mungkin akan berkali-kali lipat dari hanya sebatas mendengar omelan dosen waktu di kelas. Ada satu kalimat dari salah satu dosen pengampu mata kuliah saya yang berkata “lebih baik anda sekalian dicaci maki oleh dosen saat membuat kesalahan di saat menempuh pendidikan karena itu tidak merugikan dan membuang uang perusahan, daripada anda harus dicaci maki oleh atasan saat membuat kesalahan karena itu bisa merugikan keuangan di perusahaan” Ucapnya tegas.

Bunuh diri tidak mendapat pahala melainkan dosa yang tiada tara, setidaknya jika melakukan suatu tindakan berpikirlah jangka panjang. memang berbicara tidak semudah apa yang dilakukan, namun masa depan bangsa kini telah berharap kepada generasi muda. Jika mental generasi muda seperti saat ini, bagaimana nanti bisa berjuang untuk mempertahankan dan memajukan indonesia yang lebih maju. Tak hanya kalangan mahasiswa, semua orang pasti memiliki masalah dan ujian hidup yang bermacam-macam taraf kesulitannya, namun hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk tidak melanjutkan hidupnya. Banyak cara yang bisa dilakukan dan memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga  Angga Yunanda Tampil Berbeda di Film Budi Pekerti

Datanglah kepada Allah SWT jika memang tidak ada seseorang yang kalian percaya untuk mendengar keluh kesah yang kalian rasakan. Sudah lantang tertera pada Al-Qur’an “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (Al-Baqarah ayat 186). Maka jangan sekali-kali bergelap pikiran sampai berpikir untuk bunuh diri, karena masih banyak harapan dan tujuan yang harus dicapai dan dipenuhi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *