Bernyanyi dan Melawan Diskriminasi dalam Film Marina

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas)

JurnalPost.com – Film Marina adalah film yang masih relevan untuk mendorong inklusivitas hari ini di manapun dan kapanpun. Film ini rilis tahun 2013 dan disutradarai oleh Stijn Coninx. Film ini berlatar akhir tahun empat puluhan dan bercerita tentang keluarga kelas bawah dari imigran Italia bernama Salvatore (Luigi Lo Cascio). Salvatore meninggalkan keluarganya di Italia untuk bekerja di tambang batubara di Belgia. Tentu, Belgia adalah negara yang kaya di Eropa sejak dulu.

Tak berapa lama, Salvatore merindukan anak-anaknya dan khawatir bahwa istrinya Ida (Donatella Finocchiaro) mungkin berselingkuh dengan pria lain sehingga dengan kekuatan hati akhirnya meminta keluarganya tinggal di Belgia walaupun hanya memiliki rumah yang sangat tidak layak untuk keluarga kecil.

Salvatore memiliki anak laki-laki bernama Rocco yang diperankan oleh Cristiaan Campagna di masa kecil dan Matteo Simoni ketika beranjak dewasa. Rocco sangat enerjik dan pandai bergaul.

Rocco menyadari bahwa dia akan selalu dilihat oleh penduduk Belgia sebagai seseorang yang berbeda, seorang asing anak pekerja tambang batubara.

Rocco menyukai putri pemilik toko bernama Helena (Evelien Bosmans). Rocco menyukai Helena sejak kecil. Rocco juga memiliki passion untuk musik dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya berlatih dengan akordionnya sambil bekerja sebagai montir di bengkel Vespa dan mobil.

Ayah Rocco yang harus mengorbankan ambisi musiknya sendiri untuk memberi makan keluarganya, mendorongnya untuk mengejar musik hanya sebagai hobi. Musik hanya untuk kalangan mapan kata ayah Rocco. Namun, Rocco tidak mendengar ocehan ayahnya.

Helena yang telah tumbuh menjadi wanita muda menarik, mendorong Rocco untuk berpartisipasi dalam kontes bakat. Keberhasilan dalam pertunjukan tersebut akan membantunya membentuk sebuah band keliling yang sering tampil di klub.

Baca Juga  Bantu Warga Kurang Beruntung, DBS Kucurkan Dana Hingga SGD 1 Miliar

Rocco pun ditemukan oleh seorang produser musik. Album pertamanya segera menduduki puncak tangga lagu di Belgia, beberapa negara Eropa, dan di Amerika. Ia pun melejit sebagai penyanyi dann bahkan bisa bertemu dengan Helena di Amerika.

Alhasil, film ini tentang perjuangan keras imigran di tengah xenofobia dan diskriminasi yang banyak terjadi di Belgia pada saat itu. Film ini juga bercerita tentang cinta kelas bawah yang anti kemapanan dan penuh perjuangan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *